7 Orang Indonesia Ini Jadi Buronan Internasional

7 Orang Indonesia Ini Jadi Buronan Internasional

Red Notice adalah permintaan resmi kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk mencari dan menangkap individu yang dicari untuk proses ekstradisi.

Di Indonesia sendiri ada delapan nama yang menjadi sorotan. Mulai dari gembong narkoba hingga pelaku penipuan besar-besaran. Penasaran siapa aja mereka? Yuk, kita bahas selengkapnya di sini, Minggu, 17 Mei 2026.

Kali ini kita akan bahas delapan daftar buronan dari Indonesia yang masuk daftar red notice interpol. Simak daftarnya berikut:

1. Fredy Pratama

Selama ini kalau ngomongin gembong narkoba di otak yang selalu kepikiran ya negara Meksiko yang terkenal gara-gara kartelnya kan.

Tapi siapa yang sangka kalau Fredy Pratama seorang pria asal Indonesia ternyata jadi gembong narkoba kakap dan juga beroperasi dengan nama Escobar loh.

Fredy Pratama pertama kali masuk ke daftar pencarian orang Polri sejak tahun 2014. Tapi anehnya red notice ini baru diterbitkan pada Juni 2023 yang berarti sudah 9 tahun menjadi buronan

Bulan September 2023 pun pihak Bereskrim Polri menyita aset orang ini sebesar Rp 10,5 triliun. Nah tapi kenapa sih pria ini sampai dijuluki Escobar-nya Indonesia? Jawabannya pasti bikin kalian melongo.

Pertama dia disebut-sebut sebagaiem pemimpin sindikat narkoba terbesar di Asia Tenggara. Yang kedua Barang bukti yang disita mencapai 10,2 ton sabu dong. Itu berarti setara berat dua gajah Afrika yang sudah dewasa.

Alasan ketiga total transaksi narkoba jaringannya itu diperkirakan mencapai Rp 51 triliun, gila kan? Yang lebih mencengangkan jika narkoba dari jaringan Fredy tidak terbongkar, ada 51 juta jiwa yang terancam.

Hal itu berarti setara dengan seluruh penduduk Korea Selatan ya. Jadi kapan ya kira-kira orang ini akan tertangkap. Yang jelas perburuan Freddy Pratama masih berlanjut Dan kita tunggu episode selanjutnya ya.

2. Randy Mendomba

Kalau kalian bukan anggota interpol mungkin nghat wajah Rendy Mendomba ini seperti mas-mas biasa yang lagi beradu nasib di ibu kota aja.

Namun nyatanya orang ini bukan orang sembarangan loh, dengan tinggi 1,7 meter, warna rambut hitam dan berusia 48 tahun, pria ini jadi buronan interpol karena terjerat kasus penyelundupan senjata api.

Jadi dia ini emang merupakan seorang pelaut tapi kegiatannya bukan cuma ngambil hasil sumber daya laut doang. Melainkan dipakai sebagai kedok untuk menyelendupkan barang-barang terlarang juga

Ceritanya dimulai pada Februari 2022, saat itu ada transaksi mencurigakan sebesar Rp70 juta untuk pembelian senjata api. Nah pada 19 Maret 2022, Rendy dapat pesanan spesial dari kakak iparnya yaitu Rosita Budiman.

Tugasnya cuma pergi ke Jenderal Santos City Filipina lewat perairan Sangihe, tapi bukan untuk liburan ya, melainkan untuk mengambil barang panas.

Sebulan kemudian atau tepatnya 29 April 2022, Randy ini kembali ke Indonesia, dia bawalah tuh oleh-oleh berupa senjata api jenis Uzi 8 semi otomatis.

Alasan dia masuk dalam daftar red notice interpol, pertama dia terlibat dalam kasus penyenurupan senjata api lintas negara. Hal ini jelas sudah serius banget ya masalahnya.

Kedua dia juga mata rantai penting dalam jaringan penyelunupan senjata internasional dan yang ketiga aksinya ini melibatkan beberapa negara termasuk Indonesia serta Filipina.

Nah yang bikin kasus ini makin seru adalah Rendy ternyata lahir di Filipina tapi berkewarganegaraan Indonesia.

3. Evelina Pietruschka

Sosok ini ceritanya dimulai pada tahun 2020. Saat itu PT Asuransi Jiwa Adi Sarana Wana Arta atau Wanaarta Life mengalami masalah keuangan yang besar. Kok bisa?

Nah, ternyata nih rekening perusahaan diblokir oleh Kejaksaan Agung dalam penyidikan kasus Jiwasraya.

Di sinilah Evelina mulai beraksi, sebagai presiden komisaris dan juga pemilik Wana Arta Life, dirinya diduga terlibat dalam kasus penipuan dan juga pemalsuan data pemegang polis asuransi.

Bayangin ya guys, total kerugian nasabahnya tuh ditaksir mencapai 17 triliun! Kalau seporsi nasi goreng Rp20.000 aja nih, berarti dapat 850 juta porsi, duit segitu.

Nah, pada Agustus 2022, Bareskrim Polri menetapkan Evelina sebagai tersangka bersama suaminya, yaitu Manfred Pitruschka, dan beberapa orang lainnya.

Tapi apa sih yang terjadi? Bukannya menyerahkan diri, Evelina dan juga keluarganya ini malah kabur ke luar negeri.

4. Edo Kurniawan

Yang satu ini ternyata red flag -nya tuh enggak nanggung-nanggung loh. Ceritanya dimulai saat Edo ini menjabat sebagai Vice President of Controlling and International Finance di Wirecard Asia untuk pengendalian dan juga keuangan internasional.

Nah, pada tahun 2018 dirinya menghubungi seorang pengusaha bernama Henry Yo untuk melakukan transfer mencurigakan. Bayangin ya, transfer pertamanya sebesar 41.200 dolar Singapura, lalu sebulan kemudian ada transfer lagi senilai 81.870 dolar Singapura. Gila kan?

Nah, ternyata Edo tuh enggak sendirian. Dia berkonspirasi dengan dua bawahannya, yaitu James Agawardana asal Indonesia dan juga Chai Ailim asal Singapura untuk menggelapkan dana perusahaan. Sampai sekarang Bapak ini masih menjadi buronan loh.

Polisi internasional pun masih terus memburu keberadaannya. Tapi pertanyaannya, apakah penangkapannya nanti bisa mengembalikan uang yang sudah digelapkan itu, atau jangan-jangan nih uangnya sudah habis untuk foya-foya di tempat persembunyiannya dia?

5. Sofian Iskandar Nugroho

Kalau dari tadi masalah yang masuk interpol tuh gara-gara duit ataupun narkoba, nah kali ini Sofian Iskandar Nugroho diburu karena dirinya dituduh melakukan pencabulan ke anak di bawah usia 4 tahun.

Pria asal Semarang yang punya tahi lalat di pipi kanan dengan tinggi 1,7 m dan berat sekitar 82 kg itu dikabarkan ada empat kasus yang disangkakan padanya ya.

Ada satu kasus pencabulan dan juga tiga kasus kekerasan seksual terhadap anak. Sofian ini juga melakukan aksinya di Amerika dan memilih kabur serta tidak mau menghadapi proses hukum di sana.

Pokoknya kalau teman-teman lihat orang dengan ciri-ciri seperti ini harus hati-hati ya. Kalau memang memungkinkan, laporkan juga ke pihak yang berwenang.

6. Jatmiko Febri Irwansyah.

Niatnya ke negara tetangga untuk cari duit dan juga kehidupan yang lebih baik, nyatanya pria asal Indonesia bernama Jatmiko ini malah enggak bisa pulang gara-gara masuk dalam daftar burunan interpol.

Ceritanya dimulai pada tahun 2014. Saat itu Jatmiko diduga terlibat dalam kasus pembunuhan yang bikin kita merinding.

Korbannya adalah seorang warga Singapura bernama Dexmon Chua, ya. Nah, setelah kasusnya terbongkar, bukannya menghadapi proses hukum, pria ini tuh malah kabur.

7. Richard Jude Daschbach

Awalnya seorang pria bernama Richard Jude Daschbach ini datang ke Indonesia untuk bawa misi keagamaan ke Timur. Dibuatlah tempat rumah penampungan untuk anak-anak gitu.

Nah, di balik kedok mulianya ini, ternyata ada kisah kelam yang tersembunyi. Setidaknya sejak tahun 2013, Richard diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang tinggal di rumah penampungan tersebut.

Bayangin, tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung malah jadi sarang predator. Kasus ini pun terbongkar setelah beberapa korban memberanikan diri melaporkan pelecehan tersebut ke pihak gereja.

Alhasil, Richard pun dipecat dari jabatannya sebagai pastor. Namun, waktu mau dituntut secara hukum, Richard sudah menghilang tanpa jejak sehingga masuk ke dalam daftar interpol.

Rekomendasi