Apa Itu Hope-Scrolling? Lawan Doomscrolling dengan Konsumsi Konten Positif

Retoria.id – Saat ini, banyak orang langsung mengambil ponsel begitu bangun tidur dan menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial.

Kebiasaan ini berubah menjadi “doomscrolling” — yaitu kecenderungan untuk terus-menerus membaca informasi negatif dan mengkhawatirkan, yang pada akhirnya merusak suasana hati dan kesehatan mental secara serius.

Baca Juga: Post Truth Antara Devaluasi, Relativisme dan Objektivisme Kebenaran yang Usang

Para ahli bahkan menyamakan hal ini dengan bentuk “kekerasan psikologis”, tulis Peopletalk.

Namun belakangan ini, para pengguna internet menemukan cara baru untuk melawan kebiasaan berbahaya tersebut — yaitu “hope-scrolling” atau umidscrolling.

Istilah ini merujuk pada kebiasaan secara sadar memilih dan mengonsumsi informasi yang positif. Misalnya, konten tentang olahraga, seni, mode, memasak, tips bermanfaat, atau tren baru dapat meningkatkan suasana hati, memberikan motivasi, dan mengurangi tekanan dari berita-berita negatif.

Namun, hope-scrolling bukan sekadar algoritme baru — ia juga menuntut kedisiplinan, seperti:

  • meninggalkan akun-akun yang memicu emosi negatif;
  • mengurangi waktu menatap layar secara bertahap;
  • secara sadar mengarahkan perhatian pada konten positif.

Sebagai contoh, penyanyi terkenal Selena Gomez telah lama menerapkan praktik ini. Ia tidak mengikuti konten yang negatif atau tidak penting, dan sesekali menyerahkan akun media sosialnya kepada manajernya untuk melakukan detoks digital.

Sebagai kesimpulan, hope-scrolling bukan hanya cara untuk menghindari stres, tetapi juga metode yang efektif untuk menggunakan media sosial secara sehat dan bermanfaat. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/gaya-hidup/2571528853/apa-itu-hope-scrolling-lawan-doomscrolling-dengan-konsumsi-konten-positif

Rekomendasi