Retoria.id – Memperingati International Women’s Day (Hari Perempuan Internasional), Korps PMII Puteri (KOPRI) PC PMII D.I. Yogyakarta menggelar forum “Sarasehan, Temu Kader & Alumni KOPRI Yogyakarta” di Omah PMII DIY, Minggu (08/03).
Forum ini menjadi momentum mempertemukan kader aktif dengan para alumni KOPRI untuk memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, serta merumuskan arah gerakan perempuan PMII di Yogyakarta.
Mengusung tema “Empowering Women, Inspiring Social Change”, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai arena konsolidasi lintas generasi.
Kader dan alumni KOPRI berdialog mengenai peran perempuan dalam perubahan sosial sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret untuk memperkuat gerakan perempuan di lingkungan PMII.
Rangkaian kegiatan diawali dengan talk show yang menghadirkan dua narasumber utama. Hidayatut Thoyyibah, S.Ag., M.A., memaparkan peran strategis kader dan alumni KOPRI dalam dinamika struktur sosial.
Sementara itu, Derina Faslig Silitonga, S.Hub.Int., M.H.I., menyoroti pentingnya pengarusutamaan kesetaraan gender dalam bidang hukum, ekonomi, dan politik.
Baca Juga: PMII DIY dan IKA PMII DIY Luncurkan Sekolah Kader Scholarship
Diskusi tersebut kemudian berlanjut dalam sesi sarasehan lintas generasi yang dipimpin oleh sejumlah tokoh senior KOPRI, di antaranya Khotimatul Husna, S.Ag., M.H. selaku Mabincab PMII DIY, Siti Zubaedah Muhtadi Sy., serta Dewi Nurhasanah selaku alumni KOPRI PMII.
Dari forum tersebut, peserta menyepakati pembentukan wadah komunikasi permanen bagi perempuan PMII di D.I. Yogyakarta sebagai langkah memperkuat hubungan antara kader aktif dan alumni.
Kesepakatan forum melahirkan sejumlah agenda tindak lanjut. Pertama, pembentukan WA Group lintas generasi sebagai kanal komunikasi digital yang menghubungkan kader aktif dengan para alumni KOPRI DIY secara langsung dan inklusif.
Kedua, penyelenggaraan forum komunikasi rutin yang direncanakan berlangsung setiap tiga bulan sekali guna menjaga kesinambungan dialog dan konsolidasi gerakan.
Ketiga, penguatan sistem pendampingan kader (regenerasi) melalui keterlibatan alumni dalam mentoring dan pendampingan kader yang masih aktif berproses di PMII.
Ketua KOPRI PC PMII DIY, Ratna Tiara, menilai forum ini menjadi langkah awal untuk membangun ruang dialog yang berkelanjutan antara kader dan para senior.
“Kami ingin memastikan bahwa ilmu, pengalaman dan semangat para senior tidak terputus, sehingga kader yang sedang berproses memiliki ‘kompas’ dan dukungan penuh dalam melakukan perubahan sosial,” ujarnya.
Melalui konsolidasi lintas generasi ini, KOPRI PC PMII DIY berharap dapat memperkuat solidaritas gerakan perempuan sekaligus melahirkan kader-kader perempuan yang tidak hanya kritis dalam gagasan, tetapi juga solid dalam praksis sosial. (*)