Retoria.id – Kematian tragis Affan Kurniawan, seorang mahasiswa yang tewas dalam insiden di sekitar gedung DPR, mengundang respons dari berbagai tokoh nasional, termasuk Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Afifuddin Muhajir.
Dalam pernyataannya, ketika diminta komentar terkait tragedi yang menimpa Affan Kurniawan Kyai Afifuddin tidak memberikan komentar panjang.
Namun menyampaikan sebuah pesan analogis yang sarat makna. Ia mengutip pernyataan dari Khalifah Umar bin Khattab ra, sebagai bentuk refleksi terhadap tanggung jawab seorang pemimpin.
“Saya sesungguhnya tidak mau berkomentar panjang. Saya hanya ingin menyampaikan pernyataan Khalifah Umar ibn al-Khattab ra, sebagai pemimpin pada saat itu, sebagai Amirul Mu’minin:
‘Andaikata ada kambing mati di tepi Sungai eufrat, saya yakin akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak pada hari Kiamat.’
Itu kambing. Sementara yang terjadi di sekitar gedung DPR bukan kambing, tapi manusia. Betapa besar tanggung jawab dari pada pemimpin,” tegas Kyai Afifuddin.
Pernyataan ini disampaikannya sebagai bentuk keprihatinan dan peringatan moral bagi para pemimpin negeri, khususnya Presiden dan para pemegang kekuasaan lainnya, agar tidak mengabaikan keselamatan dan nyawa rakyat.
Kyai Afifuddin juga berharap agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
“Saya harap, mudah-mudahan tidak terulang kembali,” tutupnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat mendalam di tengah hiruk-pikuk respons publik terhadap insiden yang menimpa Affan Kurniawan. Banyak pihak kini mendesak adanya investigasi menyeluruh dan akuntabilitas dari pihak-pihak terkait. (*)