Retoria.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidanegara 2 Cilacap, Jawa Tengah sedang menjadi sorotan warganet.
Warganet dibuat geram dengan konten video yang diunggah di akun TikTok pada Selasa, 17 Maret 2026.
Video yang diunggah oleh SPPG Sidanegara 2 Cilacap berisi tentang persiapan sehari-hari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan oleh petugasnya dan dibandingkan dengan kondisi anak-anak Palestina.
Salah satu yang turut buka suara atas video viral tersebut adalah Ustaz Hilmi Firdausi atau yang kerap disapa dengan UHF.
Melalui akun Instagram maupun X miliknya, Ustaz Hilmi menyebut bahwa konten tersebut sangat tone deaf atau ketidakpedulian terhadap situasi sosial.
“Ya Rabb, konten apa ini? Tone deaf sekali…Astaghfirullah. Janganlah kalian mengeksploitasi penderitaan rakyat Gaza hanya untuk memoles citra program MBG dengan mengajarkan arti syukur,” tulisnya dalam unggahan Rabu, 18 Maret 2026 di akun Instagram @hilmi.firdausi.
Ia juga menyebut kondisi dua negara tersebut, Indonesia dan Palestina berbeda. Sehingga, tidak bisa dibandingkan.
Hilmi lantas memberi sentilan dengan mengungkap dukungan penuh jika membuka dapur di Palestina.
“Kondisi Palestina sangat berbeda dengan Indonesia. By the Way, kalau kalian mau buat banyak dapur MBG di Gaza saya dukung 1000%,” ungkapnya.
Baca Juga: SPPG Tak Kunjung Datang, Terungkap Guru di Batu Bara Sumut Jemput Mandiri MBG ke Dapur
Lebih lanjut, ustaz sekaligus penulis itu juga mengingatkan agar para SPPG fokus dengan pemenuhan gizi anak-anak di Indonesia.
“Saran saya, fokus saja menyajikan menu bergizi buat anak-anak Indonesia, jangan malah memantik konflik horizontal dengan masyarakat yang kritis terhadap program MBG yang menghabiskan uang rakyat Rp335 T per tahun,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
“Wajar masyarakat kritis karena uang pajak mereka yang digunakan untuk membiayai program ini,” tukasnya.
Dalam video tersebut, selain petugas SPPG yang tengah menyiapkan berbagai menu MBG di dapur, juga ada narasi tentang kata-kata keluhan yang kerap muncul di media sosial mengenai pengelolaan MBG.
Sayangnya, video tersebut diselipkan beberapa klip anak-anak dari Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan, seperti kekurangan makanan, tempat tinggal yang hancur.
Beberapa narasi yang sempat muncul dalam video seperti, “Esnya kurang manis,” “MBG makanannya nggak enak,” “Menunya nggak bermutu,” “Mendingan dijadiin duit daripada MBG,” dan “Maafkanlah kami ya Allah jika kurang bersyukur.”
Pihak SPPG pun telah meminta maaf dan mengakui kelalaiannya karena mengunggah konten tersebut.
“Saya menyadari bahwa penderitaan di Palestina tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan apapun. Tanpa pembelaan diri, terima kasih atas pengingatnya, kami minta maaf sebesar-besarnya,” kata Kepala SPPG Sidanegara 2 Cilacap, Hanif. (*)