Retoria.id – Beredar video penggunaan area masjid yang dijadikan tempat pencucian ayam oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantar Jaya 02, Rancabungur, Bogor.
Video tersebut viral pada Selasa, 17 Maret 2026, menunjukkan sejumlah petugas SPPG dengan seragam biru sedang mencuci ayam bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) di tempat wudu.
Tak hanya di area wudu, video tersebut juga menunjukkan seorang petugas SPPG yang membersihkan ayam di dalam kamar mandi.
Usai viralnya video tersebut, pihak SPPG langsung melakukan klarifikasi dan meminta maaf karena tindakannya membuat warga tak nyaman.
Melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram @sppgbantarjaya002, pihak SPPG menyampaikan permintaan maafnya.
“Kami dari SPPG Bantar Jaya 02 ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait atas tindakan mencuci ayam di area masjid,” tulis keterangan pada klarifikasi SPPG, dikutip pada Rabu, 18 Maret 2026.
“Kejadian ini terjadi karena kondisi yang mendesak, namun kami memahami bahwa hal tersebut tetap tidak dibenarkan,” lanjutnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala SPPG Bantar Jaya 02, bahwa saat itu kondisi tak memungkinkan untuk mencuci ayam di dapurnya.
“Itu terjadi dalam kondisi yang masih mendesak,” ucap Kepala SPPG Bantar Jaya 02.
Selain permintaan maaf, Wahyudi juga menyatakan bahwa SPPG-nya sudah mendapat dari RW dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
“Sebelumnya, kami sudah berkoordinasi dan mendapatkan izin dari RW dan DKM Setempat. Kami menyadari tindakan tersebut kurang tepat dilakukan di area masjid, mengingat masjid merupakan tempat ibadah yang harus dijaga kesuciannya,” terangnya.
Lebih lanjut, Wahyudi mengungkapkan bahwa pihaknya telah membersihkan area pencucian ayam-ayam tersebut.
“Setelah kegiatan tersebut selesai, area masjid yang digunakan telah kami bersihkan secara menyeluruh dan memastikan kebersihan serta kenyamanan tetap terjaga,” lanjutnya.
Dalam permintaan maaf tersebut, Wahyudi juga menjanjikan adanya evaluasi untuk pelaksanaan ke depan.
“Kami dengan penuh kesadaran menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, jamaah masjid, serta pihak yang terganggu,” ungkap Wahyudi.
“Kami sangat menghargai setiap teguran yang diberikan sebagai bahan evaluasi kami ke depannya,” tegasnya. (*)