TNI Luruskan Isu Hoaks: Upaya Adu Domba di Tengah Gelombang Demo

Retoria.id – Di tengah aksi unjuk rasa yang merebak di berbagai daerah akhir Agustus hingga awal September 2025, beredar sejumlah narasi yang menyeret nama TNI. Mulai dari tuduhan sebagai provokator, hingga klaim penangkapan prajurit oleh polisi. Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen (Marinir) Freddy Ardianzah, menegaskan bahwa semua narasi tersebut adalah hoaks dan framing negatif yang bertujuan mengadu domba aparat dengan masyarakat.

“Izinkan saya meluruskan beberapa hal yang kami anggap sebagai hoaks. Tidak ada prajurit TNI yang menjadi provokator, apalagi ditangkap polisi,” tegas Freddy dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap.

Baca Juga: Buka Suara soal Darurat Militer, Dudung Abdurachman: Masih Jauh, Tahapannya Panjang

Kasus-Kasus Hoaks yang Mencuat

1. Mayor SS (BAIS) dituduh provokator

Seorang perwira intelijen sempat diamankan Brimob saat demo di Jakarta. Setelah menunjukkan surat tugas resmi, situasi selesai. Namun foto kejadian itu justru dipelintir sebagai “penangkapan provokator”.

2. Pratu Handika Novaldo di Palembang

Video viral memperlihatkan ia dipiting polisi saat kerusuhan DPRD Sumsel. Faktanya, ia hanya sedang makan dan isi BBM, bukan ikut demo.

3. Pemuda di Medan mengaku TNI

Fajri Buhang, 26 tahun, mengaku tentara saat diamankan massa. Polisi memastikan ia warga sipil biasa tanpa identitas TNI.

4. Pelajar di Ternate diframing anggota TNI

Pascal Mamangkey (16) disebut prajurit dalam video TikTok. Aparat menegaskan ia hanyalah seorang siswa.

5. Isu penyerangan Mako Brimob Cikeas

Seorang tersangka kerusuhan mengaku diperintah “anak TNI”. Klaim ini ditegaskan polisi sebagai kebohongan.

Baca Juga: Romo Setyo: Aksi 28 sampai 29 Agustus, Jeritan Nurani Bangsa yang Hampir Putus Asa

Mengapa Hoaks Berbahaya?

Menurut Freddy, narasi-narasi tersebut bukan sekadar kabar keliru. Hoaks yang mengatasnamakan TNI bisa menggerus kepercayaan publik, merusak hubungan TNI–Polri, bahkan memicu konflik horizontal.

“Bayangkan, prajurit yang sedang bertugas menjaga ketertiban justru diframing seolah-olah menjadi provokator. Itu jelas menyesatkan,” ujarnya.

TNI–Polri Tetap Solid

Meski sempat terjadi salah paham di lapangan, Freddy menegaskan hubungan TNI–Polri tetap solid. Aparat dari kedua institusi terus bekerja sama mengamankan aksi massa, bahkan menghadapi risiko dilempari batu hingga bom molotov.

Freddy mengimbau masyarakat agar bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial. “Cek dulu kebenaran sebelum percaya atau membagikan,” pesannya.

Kasus hoaks yang menyasar TNI menjadi pengingat betapa rentannya informasi dipelintir di era digital. Publik perlu lebih waspada, sementara aparat terus memperkuat sinergi agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Sumber: https://www.retoria.id/nasional/2571551416/tni-luruskan-isu-hoaks-upaya-adu-domba-di-tengah-gelombang-demo

Rekomendasi