Alfred Tarski: Ahli Logika Abad ke-20 yang Mengubah Arah Filsafat Matematika

Retoria.id – Alfred Tarski lahir pada 14 Januari 1901 di Warsawa, Polandia. Ia dikenal sebagai salah satu ahli logika paling berpengaruh pada abad ke-20. Bakat matematisnya mulai tampak sejak masa sekolah menengah.

Awalnya, Tarski berniat menempuh pendidikan di bidang biologi di Universitas Warsawa. Namun, setelah Polandia merdeka pada tahun 1918, universitas tersebut berkembang pesat menjadi salah satu pusat penelitian terkemuka di dunia dalam bidang logika, fondasi matematika, dan filsafat matematika.

Baca Juga: John von Neumann: Logikawan Penting di Balik Arsitektur Komputer Modern

Di universitas inilah, atas dorongan dari salah satu profesor terkemuka, Stanisław Leśniewski, Tarski mengubah haluan dan meninggalkan rencana studinya di bidang biologi untuk mendalami logika dan matematika.

Ia mengikuti perkuliahan para guru besar ternama dan menjadi satu-satunya mahasiswa yang berhasil menyelesaikan disertasi doktoralnya di bawah bimbingan Leśniewski pada tahun 1923.

Pada tahun 1929, Tarski menikah dengan Maria Witkowska. Mereka dikaruniai dua anak: seorang putra bernama Jan, yang kemudian menjadi fisikawan, dan seorang putri bernama Ina, yang menikah dengan matematikawan dan ilmuwan komputer Andrzej Ehrenfeucht.

Hingga tahun 1933, Tarski mengajar matematika dan menjabat beberapa posisi akademik di Universitas Warsawa.

Tahun 1939, ia berangkat ke Amerika Serikat untuk menghadiri Kongres Gerakan Persatuan Ilmu.

Namun, pecahnya Perang Dunia II pada bulan September tahun itu membuatnya tidak memiliki pilihan selain tinggal di Amerika dan berpisah dari keluarganya. Baru pada tahun 1946, istri dan kedua anaknya dapat menyusul ke Amerika Serikat.

Sejak tahun 1942, Tarski mulai meneliti bidang logika dan matematika di University of California, Berkeley. Pada tahun 1948, ia diangkat sebagai guru besar matematika di kampus tersebut.

Di Berkeley, ia mendirikan sekolah riset terkemuka dalam bidang logika, fondasi matematika, dan metodologi ilmu pengetahuan. Ia tetap mengajar dan meneliti di Berkeley hingga wafat pada 27 Oktober 1983.

Baca Juga: Alfred North Whitehead: Raksasa Logika Modern dan Filsuf Prosesual

Tarski merupakan tokoh sentral dalam logika matematika. Ia dikenal luas karena memperkenalkan apa yang disebut sebagai “pergeseran semantik” —yakni perubahan fokus dari sekadar kajian sistem formal secara sintaksis menuju studi tentang relasi sistem tersebut dengan makna atau interpretasinya, yaitu pendekatan semantik.

Salah satu tujuan utama Tarski adalah menyusun teori kebenaran yang baru untuk menjawab paradoks pembohong (liar paradox).

Dalam proses tersebut, ia menghasilkan berbagai temuan penting dalam metamatematika, termasuk yang paling terkenal: Teorema Ketakterdefinisian Tarski.

Teorema ini menyatakan bahwa tidak mungkin mendefinisikan konsep kebenaran suatu bahasa di dalam bahasa itu sendiri secara konsisten—sebuah prinsip yang kemudian dikenal sebagai Konvensi-T (Convention T).

Para penulis biografinya mencatat bahwa Tarski, bersama Kurt Gödel —rekan sejawatnya pada masa itu—telah mengubah wajah logika abad ke-20.

Tarski sering disebut sebagai tokoh logika terbesar kedua setelah Godel, dan ia secara luas dianggap sebagai salah satu ahli logika terbesar sepanjang masa, khususnya karena kontribusinya dalam pengembangan konsep kebenaran dan teori model. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/sejarah/2571489262/alfred-tarski-ahli-logika-abad-ke-20-yang-mengubah-arah-filsafat-matematika

Rekomendasi