Retoria.id — Bulan darah atau Blood Moon adalah salah satu fenomena langit paling dramatis yang akan terjadi pada malam hari nanti 7 September tahun 2025.
Peristiwa ini bukan hanya tontonan kosmik yang memukau, tetapi juga sarat dengan mitos dan tafsir budaya dari masa lalu hingga sekarang.
Apa Itu Bulan Darah?
Bulan darah adalah gerhana bulan total ketika bumi berada tepat di antara matahari dan bulan. Cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi mengalami penyaringan, sehingga hanya spektrum merah yang sampai ke permukaan bulan. Akibatnya, bulan tampak berwarna merah tembaga hingga merah gelap, seolah diselimuti darah.
Kapan Bulan Darah Terjadi?
Fenomena ini tidak terjadi secara teratur. Terkadang butuh bertahun-tahun untuk menyaksikannya kembali. Kabar baiknya, kita berada di ambang salah satu gerhana bulan total paling langka dan panjang abad ini.
Menurut BMKG, jadwalnya berbeda-beda di setiap wilayah. Di bawah ini adalah jadwal berdasar Waktu Indonesia Barat, termasuk Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, seluruh fase gerhana total dapat diamati. Berikut ini jadwalnya.
Pukul 22.26 gerhana mulai (penumbra)
Pukul 23.26 gerhana sebagian terlihat
Pukul 00.30 gerhana total dimulai
Pukul 01.11 puncak gerhana
Pukul 01.53 gerhana total berakhir
Pukul 02.56 gerhana sebagian berakhir
Pukul 03.56 gerhana selesai
Total durasi gerhana bulan 7–8 September 2025 mencapai 5 jam 30 menit, dengan fase totalitas berlangsung selama 83 menit. Fakta ini menempatkannya sebagai salah satu gerhana bulan paling indah dan terpanjang abad ini.
Bisa Dilihat di Mana?
Sekitar 60 persen populasi dunia dapat menyaksikan seluruh proses bulan darah dari awal hingga akhir, sementara 87 persen penduduk bumi setidaknya bisa melihat sebagian fasenya. Di Indonesia fenomena ini akan terlihat jelas tanpa memerlukan alat khusus.
Apakah Bulan Darah Berbahaya?
Berbeda dengan gerhana matahari, melihat bulan darah sepenuhnya aman. Cahaya bulan hanyalah pantulan cahaya matahari yang telah difilter atmosfer bumi, sehingga dapat ditatap langsung dengan mata telanjang tanpa pelindung apa pun.
Simbol dan Mitos Bulan Darah
Secara ilmiah, bulan darah adalah fenomena alam biasa. Namun, sepanjang sejarah, ia dipenuhi dengan mitos dan tafsir mistis:
Dalam tradisi keagamaan, bulan darah kadang dipandang sebagai tanda perubahan besar, bahkan disebut dalam teks suci sebagai bagian dari tanda-tanda akhir zaman.
Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bulan darah hanyalah keindahan alam yang layak dinikmati, bukan pertanda malapetaka.
Jadi, alih-alih ditakuti, bulan darah 2025 adalah kesempatan langka untuk menyaksikan salah satu pertunjukan kosmik paling menakjubkan di abad ini. (*)