Retoria.id – Banyak pendidik merasa canggung membagikan karya atau pencapaian di media sosial. Tidak sedikit yang takut terkesan membanggakan diri.
Padahal, personal branding lewat media sosial kini menjadi bagian penting dalam membangun reputasi profesional, memperkuat posisi sebagai ahli di bidangnya, dan menumbuhkan kepercayaan siswa, orang tua, maupun masyarakat.
“Personal branding di media sosial tidak selalu berarti pamer. Ada banyak cara untuk tetap terlihat profesional sekaligus autentik,” tulis Forbes, dikutip pada Senin, 1 September 2025.
Salah satu langkah awal adalah kurasi konten. Guru atau dosen bisa membagikan artikel, video pembelajaran, atau materi edukasi dari sumber terpercaya. Ini membuat fokus tetap pada isu pendidikan yang relevan, bukan pada diri sendiri.
Untuk memberi nilai lebih, pendidik bisa menambahkan opini atau insight pribadi. Misalnya, memberi komentar tentang metode pembelajaran tertentu atau pelajaran yang dipetik dari pengalaman mengajar.
Storytelling juga ampuh untuk membangun kedekatan tanpa terkesan menjual. Guru atau dosen bisa berbagi kisah sukses siswa, tantangan dalam proses belajar, atau pengalaman menarik saat mengajar.
Cerita dari siswa pun layak ditampilkan. Testimoni, proyek kelas, atau karya siswa bisa menjadi “prestasi” yang dibagikan, menunjukkan dampak positif pendidikan tanpa terfokus pada guru sendiri. Menurut penelitian Wyzowl, 9 dari 10 orang lebih percaya pada cerita pihak ketiga dibanding klaim individu.
Baca Juga: Dari Resesi ke Literasi: Pendidikan Finansial Milenial Melonjak Usai Krisis 2008
Selain itu, tim sekolah atau kampus bisa ikut diperkenalkan. Membagikan prestasi guru lain, kegiatan staf, atau perayaan hari penting di institusi bisa menunjukkan sisi manusiawi dunia pendidikan.
Konsistensi juga krusial. Semakin rutin pendidik membagikan konten edukatif, inspiratif, atau menghibur, semakin alami interaksi dengan audiens. Media sosial pun tidak lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan ruang percakapan hangat antara guru, siswa, dan masyarakat.
“Fokus pada konten yang memberi edukasi, inspirasi, atau hiburan. Konsistensi akan membangun personal branding secara alami dan profesional,” tutup Forbes.