Empat Cara Menghabiskan Uang Menurut Milton Friedman

Retoria.id – Milton Friedman, ekonom legendaris peraih Nobel dan tokoh utama aliran monetarisme, telah memberi pengaruh besar terhadap kebijakan ekonomi di Amerika Serikat dan berbagai belahan dunia.

Sebagai pendukung kuat pasar bebas dan pemimpin aliran Ekonomi Uang dari Universitas Chicago, pandangan Friedman mengenai cara kita membelanjakan uang tetap relevan hingga hari ini.

Salah satu konsep menarik yang ia kemukakan adalah bahwa ada empat cara berbeda manusia membelanjakan uang, dan masing-masing menciptakan perilaku yang sangat berbeda.

Baca Juga: Teori Greater Fool: Core of the Core dari Kedunguan

Pemahaman ini sederhana namun sangat tajam dalam menjelaskan bagaimana insentif ekonomi bekerja.

1. Menghabiskan Uang Sendiri untuk Diri Sendiri

Inilah cara paling efisien dalam membelanjakan uang. Kita cenderung sangat berhati-hati agar uang yang kita keluarkan menghasilkan manfaat sebesar-besarnya. Misalnya, saat belanja kebutuhan pribadi di supermarket, kita berusaha memilih produk dengan kualitas terbaik yang bisa kita dapatkan dengan harga paling masuk akal.

2. Menghabiskan Uang Sendiri untuk Orang Lain

Contohnya, saat membeli hadiah untuk teman. Kita tetap ingin menghemat, tetapi tidak sepeka saat membeli untuk diri sendiri mengenai apakah barang tersebut benar-benar bermanfaat atau disukai penerima. Kita ingin mereka senang, namun waktu, tenaga, dan efisiensi tetap kita pertimbangkan.

3. Menghabiskan Uang Orang Lain untuk Diri Sendiri

Ini adalah kondisi klasik ketika efisiensi mulai menghilang. Bayangkan kita makan siang mewah dengan dana kantor. Karena bukan uang kita, kita tidak terlalu peduli soal harga. Namun karena itu untuk diri sendiri, kita ingin kualitas setinggi mungkin. Hasilnya: pemborosan.

4. Menghabiskan Uang Orang Lain untuk Orang Lain

Menurut Friedman, ini adalah skenario paling tidak efisien. Contohnya, saat kita membeli makan siang untuk tamu kantor menggunakan anggaran kantor. Kita tidak peduli apakah makanannya sesuai selera tamu, dan juga tidak terlalu peduli dengan harganya. Kombinasi tanpa insentif untuk hemat atau efisiensi ini adalah akar dari banyak pemborosan dalam pemerintahan dan organisasi besar.

Jika kita yang membeli, ikut makan, dan menggunakan dana kantor, maka situasi bisa menjadi gabungan dari poin ketiga dan keempat — artinya, kita mungkin cenderung memilih makanan sesuai selera pribadi, bukan tamu.

Mengapa Ini Penting?

Friedman menunjukkan bahwa insentif adalah kunci dalam semua keputusan ekonomi. Dalam pengeluaran pribadi, kita punya insentif untuk menghemat dan memilih dengan cermat.

Tapi ketika menyangkut uang orang lain, terutama dalam sistem birokrasi atau pemerintahan, efisiensi cenderung menurun drastis. Konsep ini sering digunakan untuk menjelaskan mengapa pengeluaran publik seringkali tidak efisien dan mudah disalahgunakan. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/gaya-hidup/2571498277/empat-cara-menghabiskan-uang-menurut-milton-friedman

Rekomendasi