Lima Tips Membaca: Cara Baru Menikmati Buku dan Literasi Sehari-hari

Retoria.id – Membaca adalah sebuah proses panjang dengan banyak tahapan dan jalur, sesuatu yang ditaklukkan sedikit demi sedikit. Bukan berarti kita berada di jalan yang salah, tentu saja.

Kita sedang ada di tengah perjalanan—dan itu baik, sebab masih banyak yang bisa kita pelajari, sekaligus lebih banyak lagi yang bisa kita nikmati.

Baca Juga: Cara Mendidik Kaum Sofis: Nihilisme, Skeptisisme dan Relativisme

Di bawah ini ada beberapa tips dan saran ringkas seputar membaca. Totalnya ada lima, semuanya sederhana. Mari kita mulai.

1. Ingatlah Kefanaan

Tak seorang pun berhasil melakukan semua yang diinginkan dalam hidupnya. Begitu pula pembaca: tak seorang pun sanggup menghabiskan seluruh daftar “hal-hal yang belum terbaca”. Karena itu, bacalah dengan cepat, sistematis, dan terprogram.

Buatlah jadwal—x jam atau x halaman per hari—dan disiplinlah. Dunia adalah perpustakaan besar. Ribuan buku terbit setiap hari, termasuk beberapa lusin dalam bahasa Indonesia. Salah satunya mungkin akan mengubah hidup Anda.

Bacalah banyak, bacalah teratur. Jika tidak, karya Anda sendiri tak akan pernah terwujud—dan itu sungguh disayangkan.

2. Luangkan Waktu

Namun, bila ada sebuah buku yang seakan menarik lengan baju Anda, menyuruh untuk membaca lebih teliti, fokus pada ceritanya, atau meneliti strukturnya—ikutlah. Bahkan tanpa alasan sekalipun.

Berhentilah di sana. Ulangi dialog yang Anda garis bawahi. Rasakan nuansanya. Hiruplah suasananya. Pasang tanda “Jangan Ganggu” di pintu, lalu benamkan diri ke dalam dunianya. Jangan terburu-buru. Bacalah perlahan, bahkan seakan dengan mata tertutup.

3. Gunakan Trik Google Maps

Salah satu tren menarik adalah menjelajahi lokasi dalam buku menggunakan Google Maps.

Telusuri negara, kota, jalan, hingga toko yang disebutkan dalam cerita. Jika tokoh novel Anda berjalan di Malioboro, dalam hitungan detik Anda bisa melihat persimpangan, papan nama toko, jendela bata, bahkan orang-orang yang lalu lalang.

Hal ini membuat pengalaman membaca semakin hidup. Dulu kita tak bisa melakukannya, kini semua ada di tangan kita—gratis pula.

4. Klasik dalam Versi Dongeng

Mungkin Anda lupa alur cerita buku klasik yang dulu pernah dibaca, atau tak sempat mengulanginya karena rak Anda sudah penuh novel detektif atau roman.

Jangan khawatir. Banyak karya klasik, dari tokoh sejarah, yang sudah diadaptasi menjadi novel ringan dan bahkan menjadi komik menjadi buku bergambar anak. Bacalah. Nikmati ilustrasinya. Setelah itu, hadiahkan pada anak-anak teman Anda.

Dengan begitu, Anda mendapat dua manfaat sekaligus: menyegarkan ingatan dan berbagi pada generasi berikutnya.

5. Membaca Bersama Anak

Bagi Anda yang memiliki anak, dari usia beberapa bulan hingga tujuh tahun, lakukan dua hal dengan buku mereka:

(a) Bacalah sendiri. Anda mungkin akan terkejut betapa beberapa buku anak justru lebih memikat dibanding novel terbaru Anda.
(b) Bacakan untuk mereka dengan suara keras. Hidupkan karakter melalui suara, gerakan, dan ekspresi wajah.

Ini bukan sekadar “dongeng sebelum tidur”, melainkan sebuah pertunjukan penuh. Satu hari membaca bersama anak bisa setara dengan sebulan menonton Netflix—baik bagi Anda maupun mereka.

Sekian untuk saat ini. Semoga tips ini bermanfaat, dan semoga Anda menerapkan sebagian di antaranya. Tentu saja, kami akan kembali dengan lebih banyak saran. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/pendidikan/2571568292/lima-tips-membaca-cara-baru-menikmati-buku-dan-literasi-sehari-hari

Rekomendasi