Upacara HUT RI Ke 80: Beda Kualitas Antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo

Retoria – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka berlangsung khidmat dengan sejumlah nuansa baru yang membedakannya dari perayaan pada masa pemerintahan sebelumnya.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang hadir langsung dalam prosesi upacara, menilai bahwa perayaan kali ini memberikan penekanan lebih kuat pada aspek pertahanan negara.

Hal itu terlihat dari atraksi militer seperti aksi terjun payung dan formasi fly pass dari pesawat tempur F-16, termasuk manuver atraktif dari tim aerobatik Jupiter milik TNI AU.

“Upacara kali ini menunjukkan sinergi TNI-Polri dan kekuatan alutsista kita. Sementara itu, pertunjukan seni budaya juga terasa lebih segar karena mengusung elemen-elemen kekinian yang dekat dengan masyarakat,” kata Dasco kepada awak media.

Baca Juga: Ikut Hadiri Pengukuhan 76 Paskibraka di Istana, Megawati Kenang saat Bertugas di Tahun 1963

Salah satu momen paling mencolok dan penuh simbolisme terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto hendak memberikan bendera Merah Putih kepada pembawa baki dari Paskibraka.

Sebelum menyerahkan sang Saka, Prabowo terlihat dengan khidmat mencium bendera — sebuah gestur yang tak lazim dilakukan di peringatan sebelumnya dan menjadi penanda penghormatan pribadi yang mendalam terhadap simbol negara.

Sebaliknya, di era Presiden Joko Widodo, prosesi serupa dilakukan secara formal dan langsung, namun tidak ditemukan gestur mencium bendera. Penyerahan dilakukan secara langsung.

Prabowo Bacakan Teks Proklamasi Sendiri

Momen bersejarah lainnya adalah saat Presiden Prabowo membacakan langsung teks proklamasi kemerdekaan — sebuah peran yang biasanya diemban oleh Ketua MPR atau DPR.

“Ini pertama kali presiden sendiri yang membacakan teks proklamasi dalam peringatan HUT RI. Momen penting yang mencerminkan pendekatan baru dalam upacara kenegaraan,” ucap Dasco.

Pada pelaksanaan Tradisi malam Renungan Suci juga menunjukkan perbedaan gaya yang kontras antara Prabowo dan Jokowi. Di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Prabowo memimpin upacara dengan format yang lebih sederhana dan ringkas.

Upacara yang dimulai tepat pukul 00.00 WIB itu hanya berlangsung kurang dari 10 menit. Setelah meletakkan karangan bunga di Monumen Pahlawan Nasional, Presiden mengajak peserta untuk mengheningkan cipta, lalu acara ditutup dengan laporan dari komandan upacara.

“Saudara-saudara sekalian, marilah kita sejenak mengenang arwah dan jasa para pahlawan kita… Mengheningkan cipta mulai,” ucap Prabowo.

Sementara itu, pada HUT RI ke-79 tahun lalu, Presiden Jokowi memimpin upacara serupa di Taman Kusuma Bangsa, Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan prosesi yang lebih panjang dan formal.

Disertai pembacaan naskah apel kehormatan, doa bersama, tiupan terompet, dan penghormatan senjata, upacara tersebut berlangsung lebih dari 15 menit.

Meski memiliki pendekatan yang berbeda — Prabowo cenderung sederhana dan personal, sementara Jokowi lebih formal dan simbolik — keduanya tetap memaknai Renungan Suci sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada para pahlawan bangsa. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/nasional/2571502282/upacara-hut-ri-ke-80-beda-kualitas-antara-prabowo-subianto-dan-joko-widodo

Rekomendasi