Retoria.id- Garam dan micin (monosodium glutamat/MSG) merupakan bahan tambahan makanan yang sering digunakan sehari-hari.
Keduanya berfungsi memberikan rasa gurih atau asin pada masakan, namun memiliki kandungan dan dampak kesehatan yang berbeda.
Di pasaran, ada beberapa merk micin yang dijual, di antaranya; Ajinomoto, Sasa hingga Totole.
Sementara produk garam yang dijual di pasaran yaitu Garam Dolphin, Garam Refina, Garam Cap Kapal.
Baca Juga: 5 Alasan Ilmiah Kenapa Apel Cocok untuk Diet Sehat
1. Kandungan Garam
Garam umumnya mengandung natrium klorida (NaCl) yang berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh, fungsi saraf, serta kontraksi otot.
Namun, asupan garam berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, dan stroke.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi garam tidak lebih dari 5 gram per hari atau setara satu sendok teh.
2. Kandungan Micin (MSG)
Micin atau MSG adalah penyedap rasa yang mengandung natrium, meski jumlahnya lebih sedikit dibanding garam. MSG menonjolkan rasa umami yang terdapat secara alami pada makanan seperti tomat, keju, dan daging.
Badan Pangan dan Obat Amerika Serikat (FDA) serta berbagai penelitian menyatakan MSG aman dikonsumsi dalam batas wajar. Meski demikian, konsumsi berlebihan tetap berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan pada sebagian orang, seperti sakit kepala atau sensasi panas.
Baca Juga: Diet Mediterania: Rahasia Sehat dan Awet Muda ala Orang Yunani
3. Tingkat Risiko
Garam: Risiko utama berasal dari tingginya kandungan natrium. Kelebihan konsumsi dikaitkan dengan hipertensi dan gangguan kardiovaskular.
MSG: Kandungan natrium lebih rendah dibanding garam. Risiko yang sering disebut adalah reaksi sensitivitas ringan pada sebagian individu, meski jarang terjadi.
4. Batas Konsumsi
Pengendalian jumlah konsumsi menjadi kunci. Garam direkomendasikan tidak lebih dari 5 gram per hari, sedangkan MSG belum memiliki batas resmi yang ketat, namun tetap disarankan digunakan secukupnya.
Dengan pemahaman ini, masyarakat dapat menyesuaikan penggunaan garam dan micin dalam pola makan sehari-hari sesuai kebutuhan tubuh agar tidak berlebihan.