10 Negara dengan Jam Kerja Terpanjang: Bhutan 54 Jam, Indonesia Relatif Santai

Retoria.id – Seberapa lama kita bekerja setiap minggu? Di Indonesia, aturan ketenagakerjaan menetapkan standar 40 jam kerja per minggu. Angka ini terasa padat, tetapi ternyata masih tergolong “santai” jika dibandingkan dengan beberapa negara lain yang mencatat jam kerja jauh lebih panjang.

Menurut data Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan sejumlah laporan internasional, Bhutan menjadi negara dengan jam kerja rata-rata terlama di dunia: 54,4 jam per minggu. Ironisnya, negara yang dikenal dengan konsep Gross National Happiness (Kebahagiaan Nasional Bruto) ini justru menghadapi fenomena “gross national exhaustion” alias kelelahan massal karena pekerjanya harus menghabiskan waktu lebih dari setengah minggu untuk bekerja.

Baca Juga: 10 Negara Paling Gemar Belanja Online, Indonesia Masuk Daftar

Daftar Negara dengan Jam Kerja Paling Panjang

Berikut 10 negara dengan jam kerja mingguan terpanjang menurut data terbaru:

1. Bhutan – 54,4 jam/minggu

2. Uni Emirat Arab (UEA) – 50,9–52,6 jam/minggu

3. Malaysia – 52,2 jam/minggu

4. Singapura – 51,9 jam/minggu

5. Hong Kong – 51,6 jam/minggu

6. Lesotho – 50,4 jam/minggu

7. Kongo (DRC) – 48,6 jam/minggu

8. Qatar – 48 jam/minggu

9. Liberia – 47,7 jam/minggu

10. Mauritania – 47,6 jam/minggu

Baca Juga: 10 Negara Paling Gila Keju, AS Justru Tak Masuk Daftar

Dari daftar ini terlihat bahwa Asia mendominasi, terutama negara dengan ekonomi kompetitif seperti Malaysia, Singapura, dan Hong Kong. Sementara di Afrika, Lesotho, Kongo, Liberia, dan Mauritania mencatat jam kerja panjang akibat faktor ekonomi dan lemahnya regulasi ketenagakerjaan.

Di Indonesia, jam kerja resmi diatur 40 jam per minggu, biasanya terbagi menjadi 8 jam per hari selama 5 hari kerja, atau 7 jam per hari selama 6 hari kerja.

Meski masih banyak pekerja yang lembur, secara umum angka ini lebih rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Artinya, Indonesia tidak masuk dalam 10 besar negara dengan jam kerja terpanjang di dunia.

Baca Juga: 10 Hotel Murah di Jogja Dekat Malioboro, Mulai Rp200 Ribuan

Ada beberapa faktor yang membuat jam kerja di negara-negara tersebut begitu tinggi:

  • Biaya hidup tinggi (Singapura, Hong Kong, UEA) mendorong pekerja mengambil jam tambahan.
  • Budaya kerja kompetitif di sektor jasa dan keuangan.
  • Ekonomi informal (Lesotho, Liberia, Mauritania) yang membuat pekerja sulit menolak jam kerja panjang.
  • Regulasi longgar dan lemahnya pengawasan seperti di Bhutan, di mana lembur hingga 12 jam masih diperbolehkan.

Jam kerja berlebihan terbukti memberi dampak negatif pada kesehatan mental, produktivitas jangka panjang, hingga kualitas hidup. WHO dan ILO pernah merilis studi bahwa bekerja lebih dari 55 jam per minggu meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung secara signifikan.

Indonesia dengan 40 jam kerja per minggu bisa dikatakan relatif moderat. Namun, fenomena di negara lain menunjukkan bahwa jam kerja panjang bukan berarti lebih produktif. Justru, banyak negara kini mulai menguji sistem 4 hari kerja sebagai alternatif untuk meningkatkan keseimbangan hidup dan pekerjaan.

 

Sumber: https://www.retoria.id/gaya-hidup/2571504425/10-negara-dengan-jam-kerja-terpanjang-bhutan-54-jam-indonesia-relatif-santai

Rekomendasi