Retoria.id – Sebagian publik di media sosial, sedang hangat memperbincangkan imbauan yang disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadilia ihwal penghematan gas LPG di tengah krisis energi.
Sebelumnya, Bahlil sempat mengajak warga agar melakukan langkah penghematan dalam menghadapi krisis BBM buntut konflik di Timur Tengah.
“Saya memohon, menyarankan agar ayok, kita harus memakai energi dengan bijak,” kata Bahlil dalam pernyataan resminya, pada Jumat, 27 Maret 2026.
“Yang tidak perlu, saya sarankan jangan,” tambahnya.
Bahlil kemudian meminta masyarakat agar betul-betul bijak dalam menggunakan komoditas energi.
Dengan begitu, sambungnya, pasokan energi Indonesia akan lebih baik di tengah krisis energi dari Timur Tengah.
“Karena ini kita harus betul-betul minta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama untuk memakai energi yang bijaksana,” jelas Bahlil.
“Kalau ini kita mampu lakukan bersama-sama Insyaallah energi kita ke depan akan semakin baik,” tambahnya.
Menteri Bahlil: Jangan Sampai Kompornya Boros
Dalam upaya tersebut, Menteri Bahlil mencontohkan pentingnya masyarakat menghemat gas saat memasak.
“Contoh, katakanlah, kalau masak pakai LPG, kalau masakannya udah masak (matang), jangan sampai kompornya boros,” terangnya.
Imbauan tersebut lantas menuai perhatian warganet di media sosial, hingga memunculkan pembahasan tentang pentingnya penghematan saat memasak.
Lantas, bagaimana upaya penghematan gas LPG yang diterapkan oleh warga usai imbauan dari Menteri Bahlil? Berikut ini ulasannya.
Kebiasaan Buruk yang Luput dari Perhatian
Berdasarkan penelusuran, upaya penghematan itu salah satunya datang dari Alfonshin Bayora alias Alfon, warganet yang juga dikenal sebagai kreator konten melalui akun Instagram pribadinya @alfonbayora.
Terlihat dalam postingannya, pada Sabtu, 28 Maret 2026, Alfon mulanya membagikan konten tentang aktivitas dirinya memasak telur ceplok.
“Aktivitas saya sebelum tahu berita ini (imbauan Menteri Bahlil),” tulisnya dengan memperlihatkan api kompornya yag lupa dimatikan.
Pada momen itu, Alfon tampak melakukan aktivitas lain seperti mencuci piring, masuk kamar mandi, sampai tertidur sejenak.
Pastikan Kompornya Mati di Detik Pertama
Kreator konten tersebut lantas mematikan kompor, sebagai bukti kesadaran dirinya untuk menghemat gas LPG.
“Maaf saya boros gas 45 detik untuk membuat video ini, soalnya untuk edukasi agar warga tahu kalau setelah masak itu ternyata kompor harus dimatikan,” terang Alfon.
Setelah imbauan Menteri Bahlil yang dianggap masuk akal, Alfon lantas mengungkapkan dirinya kini mematikan api kompor tepat di detik pertama usai masakan matang.
“Banyak yang belum tahu soalnya, sebagai gantinya setiap masak, 10 detik sebelum matang saya matikan dulu kompornya,” tambahnya.
Alfon lantas mengutarakan permintaan maaf khusus kepada Menteri Bahlil, atas kebiasaan buruk yang telah diakuinya di masa lalu.
“Sial, kenapa baru tahu sekarang,” tulis Alfon.
“Maafkan saya pak (Menteri Bahlil),” tandasnya.
Sampai dengan Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 17.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 250,9 ribu pengguna Instagram.(*)