Retoria.id – Misteri makam Ratu Kleopatra, salah satu tokoh paling legendaris dalam sejarah dunia, kian mendekati titik terang.
Tim arkeolog internasional asal Dominika mengumumkan penemuan penting di dekat Kuil Taposiris Magna, Mesir, yang diyakini bisa menjadi kunci utama dalam pencarian lokasi peristirahatan terakhir sang ratu bersama kekasihnya, Mark Antony.
Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir menyebutkan bahwa para arkeolog berhasil menemukan sisa-sisa pelabuhan kuno yang telah lama tenggelam, lengkap dengan jangkar batu dan logam, amfora, serta struktur pelabuhan dalam.
Lebih jauh, mereka juga berhasil menemukan sebuah terowongan kuno yang menghubungkan kompleks kuil dengan laut.
Baca Juga: Mengurai Lapisan Bias Komdigi: Judol Sulit Diberantas Karena Besarnya Demand di Masyarakat
Menurut pimpinan ekspedisi, Dr. Kathleen Martinez, temuan ini memberi dasar yang semakin kuat bagi hipotesis bahwa Kleopatra dimakamkan di kawasan tersebut.
“Bukti-bukti baru ini membuat dugaan bahwa Kleopatra dan Mark Antony beristirahat di Taposiris Magna menjadi semakin mungkin,” ujarnya.
Jika hipotesis itu terbukti, maka penemuan ini bisa menjadi salah satu sensasi arkeologi terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
Pencarian makam Kleopatra sendiri sudah berlangsung selama bertahun-tahun, dipenuhi dengan spekulasi dan teori beragam dari para sejarawan. Hingga kini, lokasi makamnya tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Sebagai catatan, Kleopatra naik takhta Mesir pada tahun 51 SM dalam usia 18 tahun, memerintah bersama saudaranya, Ptolemaios XIII.
Ia kemudian menjalin hubungan politik dengan Julius Caesar, dan setelah kematiannya, membangun kedekatan dengan Mark Antony.
Namun, kisah hidupnya berakhir tragis: setelah Mesir jatuh ke tangan pasukan Romawi, Kleopatra memilih mengakhiri hidupnya.
Banyak catatan sejarah menyebutkan bahwa ia dimakamkan bersama Mark Antony. Akan tetapi, hingga saat ini, lokasi pasti makam mereka tetap menjadi salah satu misteri terbesar dunia kuno yang masih menunggu untuk diungkap. (*)