Retoria.id – Nike kembali mengguncang dunia olahraga dengan terobosan futuristik di bidang sepatu atletik. Perusahaan raksasa asal Amerika Serikat ini memperkenalkan dua model sepatu terbaru yang menggabungkan teknologi robotika dan ilmu saraf untuk meningkatkan performa atlet secara signifikan.
Model pertama, yang dinamai Project Amplify, dikembangkan bersama perusahaan robotika Dephy. Sepatu ini dirancang untuk berfungsi sebagai “otot kedua” bagi penggunanya yang dapat membantu mereka berjalan atau berlari dengan lebih ringan dan efisien.
Sepatu tersebut dilengkapi dengan pelat serat karbon, motor mini, baterai, serta sabuk penggerak otomatis yang bekerja mengikuti ritme langkah pengguna. Hasilnya, aktivitas berat seperti mendaki atau berlari di jalur menanjak terasa jauh lebih mudah, seolah tubuh mendapat dorongan tambahan.
Baca Juga: Roy Suryo 99,9 Persen Tetap Yakin Ijazah Jokowi Palsu Meski Telah diakui Bareskrim dan Rektor UGM
Dalam uji coba terhadap lebih dari 400 atlet, hasilnya menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Para atlet mampu memangkas waktu lari dari 12 menit menjadi 10 menit per mil, sebuah lompatan besar dalam efisiensi energi dan kecepatan.
Sementara itu, inovasi lain datang dari departemen ilmu saraf Nike, yang memperkenalkan dua model sepatu baru: Mind 001 dan Mind 002. Keduanya menggunakan busa adaptif berbasis neuroteknologi yang dirancang untuk meningkatkan sensasi kontak dengan tanah, memperkuat kesadaran sensorik, dan meningkatkan fokus atlet selama berolahraga.
Nike menjelaskan bahwa sepatu ini bekerja dengan cara menstimulasi saraf di telapak kaki agar lebih responsif terhadap permukaan, sehingga membantu otak memproses gerakan dengan lebih cepat dan akurat. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan koneksi yang lebih harmonis antara tubuh, pikiran, dan performa atlet.
Kombinasi antara robotika yang memperkuat fisik dan ilmu saraf yang mengasah kesadaran tubuh menandai langkah baru dalam dunia desain sepatu olahraga. Bagi Nike, masa depan bukan hanya tentang kecepatan, melainkan tentang bagaimana teknologi dapat membantu manusia berlari lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih terhubung dengan dirinya sendiri. (*)