Retoria.id – Presiden klub Barcelona, Joan Laporta, memberikan pernyataan hangat kepada para penggemar menjelang laga “El Clasico” melawan Real Madrid. Dalam wawancara dengan para jurnalis, Laporta mengungkapkan perasaannya setiap kali menyaksikan timnya menghadapi rival abadi tersebut.
Baca Juga: Tito Karnavian Ungkap Alasan Perbedaan Data Purbaya dengan data Mendagri
Menurutnya, setiap kemenangan atas Real Madrid selalu membangkitkan kebahagiaan yang tak terlupakan dan sulit dibandingkan dengan perasaan lain apa pun.
“Saya tidak akan pernah bosan melihat Real Madrid kalah. Ini bukan sekadar sepak bola ini adalah emosi terdalam dalam hati seorang penggemar. Kemenangan Barca memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar kompetisi olahraga. Itu adalah momen yang luar biasa, seolah-olah seluruh dunia berhenti sejenak,” ujar Laporta.
Laporta juga menegaskan bahwa laga El Clasico selalu menjadi pusat perhatian, bukan hanya bagi penggemar di Spanyol, tetapi juga bagi seluruh pencinta sepak bola di dunia.
“Dalam pertandingan seperti ini, bukan hanya para pemain yang terlibat seluruh kota, seluruh tim, dan jutaan penggemar menahan napas bersama. Rivalitas antara Barca dan Real adalah warisan tak ternilai dalam sejarah sepak bola. Ini adalah perwujudan dari filosofi, kebanggaan, dan tekad yang besar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Laporta menyampaikan bahwa skuad Barcelona saat ini menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Para pemain muda, katanya, memahami betul makna besar dari pertandingan monumental semacam ini.
Baca Juga: Hansi Flick Siapkan Strategi Unik untuk Redam Real Madrid di El Clasico
“Para pemain muda dalam tim kami bermain dengan semangat yang luar biasa. Mereka mampu mengekspresikan jiwa dan ideologi Barca di lapangan. Itulah keunggulan utama kami di setiap El Clasico,” kata sang presiden.
Sebagai informasi, pertandingan Real Madrid vs Barcelona dalam pekan ke-10 La Liga Spanyol akan digelar pada 26 Oktober, pukul 22.15 waktu Indonesia Barat, di Stadion Santiago Bernabéu.
Bagi para penggemar, laga ini bukan sekadar soal perebutan poin atau perburuan gelar juara, melainkan juga babak baru dalam kisah panjang tentang harga diri dan sejarah dua klub terbesar di dunia tersebut. (*)