Retoria.id – Pada pertengahan musim panas 2023, Elon Musk menyatakan bahwa kecerdasan buatan yang terlalu “benar secara politik” akan sangat menyesatkan, dengan mencontohkan komputer fiksi HAL 9000 dari film 2001: A Space Odyssey karya Stanley Kubrick.
Ia menegaskan bahwa perusahaan rintisannya, xAI, akan “benar-benar jujur” dan lebih unggul dalam penalaran matematis daripada model AI lain. Pada November tahun itu, Musk meluncurkan produk pertama xAI: Grok, sebuah model bahasa dengan humor khas Musk, yang bahkan diluncurkan dengan lelucon tentang “cara membuat kokain.”
Awal bulan lalu, Musk mengumumkan bahwa ia tengah mempersiapkan saingan Wikipedia, atas saran temannya, investor teknologi David Sachs sosok berpengaruh dalam dunia AI dan mata uang kripto, sekaligus bagian dari lingkaran pemerintahan Donald Trump.
Peluncuran Grokipedia
Pada 27 Oktober 2025, Musk secara resmi meluncurkan Grokipedia, ensiklopedia daring berbasis AI yang dikembangkan oleh xAI, dengan seluruh entri dibuat dan dikurasi oleh Grok.
Baca Juga: Kuil Berusia 1.500 Tahun Ditemukan di Qanqa, Ungkap Peradaban Turan Kuno
Dalam unggahan di platform X, Musk menyebut Grokipedia sebagai proyek yang “sangat penting bagi peradaban” dan langkah besar menuju “pemahaman tentang alam semesta.” Ia juga mengaku menunda peluncuran karena timnya harus “bekerja lebih keras untuk menyingkirkan propaganda.”
Sehari setelah peluncuran, 28 Oktober 2025, situs itu sudah memuat sekitar 900.000 artikel. Namun, sebagaimana dicatat Wikipedia, sebagian artikel Grokipedia disalin hampir kata demi kata dari Wikipedia hal yang secara hukum diperbolehkan karena konten Wikipedia berlisensi Creative Commons Attribution ShareAlike.
Peluncuran uji coba sempat menimbulkan kendala akses pada Senin malam karena tidak semua pengguna dapat membuka situs.
Laporan Majalah Wired: Bias dan Kontroversi
Majalah Wired melaporkan bahwa Grokipedia berisi entri panjang hasil buatan AI. Walau sebagian mirip Wikipedia dari segi gaya dan isi, beberapa entri menyerang media tradisional, menonjolkan pandangan konservatif, dan memuat ketidakakuratan historis.
Baca Juga: Jejak Intelektual Ibn Hazm: Filsuf Andalusia Yang Menolak Qiyas
Sebagai contoh, artikel tentang perbudakan di Amerika Serikat memuat bab berjudul “dari kejahatan yang diperlukan menjadi kebaikan yang positif”, serta mengkritik The 1619 Project karena dianggap “salah menafsirkan perbudakan sebagai kekuatan penggerak utama politik dan ekonomi AS.”
Ketika Wired menelusuri istilah “pernikahan sesama jenis”, Grokipedia tidak menampilkan entri apa pun, melainkan menampilkan saran pencarian “pornografi homoseksual”. Artikel tersebut mengklaim bahwa pornografi memperburuk epidemi AIDS pada 1980-an dengan menormalisasi perilaku seksual berisiko tinggi.
Entri tentang “transgender” juga bermasalah. Grokipedia menggunakan istilah ofensif “transgenderism”, menyebut perempuan trans sebagai “pria biologis”, serta menyebut bahwa media sosial menjadi “sumber penularan sosial” yang meningkatkan jumlah individu trans.
Banyak pandangan dalam Grokipedia sejalan dengan opini pribadi Musk, yang secara terbuka menentang terapi perubahan gender. Situs itu menulis bahwa perawatan medis transgender “berdasarkan bukti yang terbatas dan berkualitas rendah,” sedangkan Wikipedia menegaskan bahwa pemahaman ilmiah tentang hal ini sudah berkembang selama puluhan tahun.
Perbedaan dan Penghapusan Penting
Perbandingan antara kedua ensiklopedia menunjukkan perbedaan halus dan penghapusan signifikan. Entri tentang Donald Trump di Grokipedia tidak menyebut penerimaan jet pribadi dari Qatar atau promosi meme coin yang berhubungan dengannya, padahal Wikipedia mencatat dua hal itu dalam bagian konflik kepentingan.
Artikel tentang Elon Musk juga tidak menyebut insiden gestur tangan yang dianggap sebagai salam Nazi dalam sebuah acara Januari 2025, sementara Wikipedia membahasnya dalam beberapa paragraf.
Minim Partisipasi Manusia
Berbeda dengan Wikipedia yang terbuka untuk kolaborasi publik, Grokipedia belum memungkinkan pengguna mengedit langsung. Pengunjung hanya dapat melaporkan kesalahan melalui jendela pop-up.
Menurut Wikimedia Foundation, “Pengetahuan Wikipedia adalah dan akan selalu menjadi pengetahuan manusia.” Melalui kolaborasi terbuka, katanya, “orang dari berbagai latar belakang membangun catatan pemahaman manusia yang hidup dan netral.”
Foundation itu menambahkan: “Perusahaan AI seperti Grokipedia tetap bergantung pada Wikipedia untuk bisa eksis.” Wikipedia saat ini memiliki 7,1 juta artikel berbahasa Inggris. Tahun ini, kunjungan manusia menurun 8%, sementara akses otomatis dari AI meningkat tajam.
Menurut Selena Dickelman, Direktur Teknologi Wikimedia Foundation, “AI bisa memberikan informasi yang benar atau salah. Nilai Wikipedia adalah kemampuannya mengajak orang menelusuri sumber.”
Musk sendiri menyatakan ingin menghentikan penggunaan Wikipedia sebagai sumber Grok sebelum akhir tahun. Grokipedia kini berlabel “versi 0.1,” menandakan masih akan ada banyak pembaruan.
Colossus: Pusat Data Raksasa xAI yang Cemari Memphis
Teknologi xAI juga mendapat sorotan karena dampak lingkungannya yang buruk. Menurut The New Yorker, pada 2024 tim Musk membeli pabrik tua Electrolux di kawasan Boxtown, Memphis, Tennessee, dan mengubahnya menjadi pusat data raksasa bernama Colossus. Dengan memanfaatkan lebih dari 200.000 GPU Nvidia dan target 1 juta unit, proyek ini ditujukan untuk membangun superkomputer terbesar di dunia.
Namun, semua ini membutuhkan energi luar biasa besar. Untuk menjalankan fasilitas tersebut, xAI memasang sekitar 35 generator metana portabel tanpa izin lingkungan. Generator ini memancarkan nitrogen oksida dan formaldehida beracun.
Laporan Southern Environmental Law Center (April 2025) menuduh xAI “pada dasarnya membangun pembangkit listrik ilegal tanpa pengawasan.” Akibatnya, polusi udara di Memphis melonjak, hingga wilayah itu kini memiliki tingkat tertinggi kunjungan rumah sakit akibat asma di Tennessee, menurut Politico.
Peluncuran Grokipedia menandai awal perang ensiklopedia antara manusia dan mesin antara pengetahuan yang dikurasi manusia dan informasi yang dihasilkan algoritma.
Namun seperti dikatakan Wikimedia Foundation: “Bahkan kecerdasan buatan paling canggih sekalipun, pada akhirnya tetap bergantung pada pengetahuan yang dibangun manusia.” (*)
Sumber: https://www.retoria.id/sains/2571741107/grokipedia-musk-mengobarkan-perang-terhadap-wikipedia