Kapan ‘Matahari terbesar’ pada tahun 2026 akan diamati?

Retoria.id – Pada 3 Januari 2026, Bumi akan mencapai jarak terdekatnya dengan Matahari sepanjang tahun. Peristiwa ini dalam astronomi disebut perihelion.

Menurut keterangan Planetarium Moskow, pada tanggal tersebut Matahari berada pada posisi paling dekat relatif terhadap Bumi, sehingga tampak berukuran paling besar sepanjang tahun.

Baca Juga: Matahari Sebenarnya Bukan Kuning, Tapi Putih! Ini Penjelasannya

Para ahli menjelaskan bahwa pada 3 Januari jarak antara Bumi dan Matahari diperkirakan sekitar 147 juta 99 ribu kilometer. Akibatnya, diameter tampak Matahari akan mencapai nilai tertinggi pada tahun 2026, yakni sekitar 32 menit busur dan 35 detik busur.

Meski perbedaan ini hampir tidak terasa dengan mata telanjang, perubahan tersebut dapat terlihat jelas melalui teleskop profesional maupun dalam hasil fotografi.

Baca Juga: Makna Gerhana Bulan Blood Moon Perspektif Sains dan Tafsir Agama-agama Dari Islam, Yahudi hingga Zoroastrianisme

Para astronom juga mengingatkan bahwa kondisi sebaliknya akan terjadi pada paruh kedua tahun. Pada Juli 2026, Bumi akan berada di titik terjauhnya dari Matahari, yang disebut aphelion.

Pada saat itu, ukuran tampak Matahari akan terlihat jauh lebih kecil dibandingkan pada bulan Januari. (*)

Sumber: https://www.retoria.id/sains/2572102369/kapan-matahari-terbesar-pada-tahun-2026-akan-diamati

Rekomendasi