Retoria.id – Babak hukum baru kembali muncul dalam Kasus Negreira. Real Madrid telah mengajukan permohonan kepada hakim penyidik agar diberi akses penuh terhadap seluruh dokumentasi keuangan terkait pembayaran yang dilakukan Barcelona selama lebih dari satu dekade (2010–2021).
Informasi ini disampaikan melalui platform X oleh mantan wasit Xavier Estrada Fernández, yang terlibat dalam kasus ini sebagai penuntut umum rakyat.
Menurut dokumen yang diajukan ke pengadilan, Real Madrid meminta untuk meneliti seluruh audit dan laporan eksternal yang disusun oleh firma auditor seperti KPMG, PwC, Deloitte, dan Kroll terkait pengelolaan keuangan klub Barcelona selama dokumen tersebut berhubungan dengan perkara ini.
Baca Juga: Real Madrid bisa menuntut kompensasi jutaan euro dari Barcelona
Selain itu, Madrid juga menuntut akses terhadap lebih dari 600 dokumen yang diserahkan Barcelona pada Juli 2023, serta hasil investigasi internal yang diperintahkan oleh klub itu sendiri.
Alasan utama dari ketegangan publik dan hukum antara Barcelona dan Real Madrid berkaitan erat dengan proyek Superliga Eropa. Aliansi yang sebelumnya terjalin antara kedua presiden klub kini telah retak.
Kedua klub berhadapan secara institusional dan di pengadilan, dengan Real Madrid bertindak sebagai penuntut khusus dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan keras selama fase penyidikan Kasus Negreira.
Memang benar bahwa pada periode yang sama tahun lalu, langkah hukum Madrid sudah mulai berjalan. Namun saat itu, banyak pihak menilai langkah Florentino Pérez lebih bersifat simbolik dan politis, dengan kritik yang relatif lunak karena masa depan Superliga masih dipertaruhkan.
Aliansi tersebut benar-benar runtuh antara September dan Oktober tahun ini. “Ada sikap yang jelas untuk mencapai kesepakatan dengan UEFA. Itu yang terbaik. Jika wacana berubah, mungkin karena setahun lalu ada kesamaan pandangan dalam beberapa proyek yang akhirnya tidak terwujud,” ujar Joan Laporta, yang bertemu di Roma dengan Presiden UEFA Aleksander Čeferin dan Presiden PSG sekaligus Ketua EFC Nasser Al-Khelaifi untuk menyatukan pandangan.
Upaya itu membuahkan hasil. “Terkadang teman bisa berbeda pendapat, tetapi solusi selalu bisa ditemukan. Saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah kembali ke keluarga ini,” kata Al-Khelaifi di Roma setelah pertemuan tersebut.
Dalam prosesnya, UEFA semakin memanjakan Barcelona demi membangun hubungan harmonis mirip dengan relasi Laporta saat ini dengan Presiden LaLiga Javier Tebas, yang juga merupakan salah satu tokoh yang berseberangan dengan Florentino Pérez. (*)