Retoria.id – Klub Real Madrid memutuskan untuk berpisah dengan pelatih kepala Xabi Alonso.
Menurut informasi yang disebarkan media The Touchline, pelatih asal Spanyol itu meninggalkan jabatannya akibat masalah internal yang muncul setelah laga final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, yang berakhir dengan kekalahan 2:3.
Disebutkan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama kedua belah pihak.
Menurut sumber tersebut, sejumlah peristiwa yang terjadi setelah final memberi dampak serius terhadap masa depan Alonso di Real Madrid.
Secara khusus, sikap salah satu pemimpin tim, Kylian Mbappé, setelah pertandingan itu disebut ikut memberi bayangan negatif terhadap hubungan antara pemain dan pelatih.
Baca Juga: Pengunduran Diri Xabi Alonso Mengejutkan Ruang Ganti Real Madrid
Dikabarkan, Xabi Alonso mendukung inisiatif untuk membentuk guard of honour atau lorong kehormatan bagi para pemain Barcelona sebagai juara.
Ia memandang hal itu sebagai bentuk etika dan penghormatan sportivitas. Namun, Kylian Mbappé menentang keras gagasan tersebut dan justru mengajak rekan-rekannya meninggalkan lapangan. Situasi inilah yang disebut semakin memperuncing ketegangan di dalam tim.
Sebagai catatan, Xabi Alonso telah menangani “klub kerajaan” sejak musim panas 2025. Meski dalam waktu singkat ia sempat mencatat sejumlah hasil bersama tim, konflik internal membuatnya tak dapat melanjutkan pekerjaannya.
Kini, Real Madrid akan ditangani oleh sosok yang sudah akrab dengan sistem klub, yakni pelatih Real Madrid Castilla, Álvaro Arbeloa.
Manajemen klub menargetkan pemulihan stabilitas dan semangat kebersamaan bersama pelatih baru tersebut, sementara para penggemar menantikan dengan penuh rasa ingin tahu bagaimana babak baru Real Madrid akan dimulai. (*)