Retoria.id – Manchester United mengambil keputusan penting berikutnya. Klub secara resmi mengumumkan penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih kepala tim.
Disebutkan bahwa pelatih berusia 44 tahun itu akan menangani “Setan Merah” hingga akhir musim.
Penunjukan ini mengakhiri ketidakpastian setelah kerja sama dengan Rúben Amorim dihentikan. Seusai kepergian Amorim, tim sempat ditangani sementara oleh Darren Fletcher dalam dua pertandingan.
Kini, manajemen tanpa banyak pertimbangan menyerahkan tongkat kepelatihan kepada Carrick sosok yang sangat memahami atmosfer internal klub, mampu menghadapi tekanan, dan tidak dianggap “orang luar” oleh para penggemar.
Baca Juga: Alasan Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid Usai Final Supercopa
Setelah pekan ke-21 Liga Primer Inggris, Manchester United telah mengoleksi 32 poin dan berada di peringkat ketujuh. Posisi ini masih membuka peluang untuk lolos ke kompetisi Eropa, namun jelas belum sejalan dengan ambisi klub.
Karena itu, tugas Carrick cukup jelas: membenahi hasil, “menghidupkan kembali” tim, dan menutup musim di posisi setinggi mungkin.
Michael Carrick adalah figur yang mengenal United dari dalam. Ia memahami mentalitas klub, tekanan, serta standar tinggi yang melekat.
Oleh sebab itu, meski penunjukan ini berstatus “sementara”, secara praktik dinilai sebagai keputusan yang tepat untuk kembali merapikan tim.
Singkatnya, lembaran baru telah dibuka di Old Trafford. Kini yang paling menarik adalah: perubahan apa yang bisa dibawa Carrick untuk tim?
Para penggemar menantikan satu hal melihat Manchester United kembali menjadi klub yang “menakutkan”.