Reyoria.id – Mantan juara UFC Khabib Nurmagomedov tak tinggal diam terhadap peristiwa besar di dunia sepak bola. Ia menyampaikan pandangan tegas dan keras terkait kepergian Xabi Alonso dari jabatan pelatih kepala Real Madrid.
Menurut Khabib, masalahnya bukan pada sang pelatih, melainkan pada lingkungan tim dan para pemain “anak emas”.
Dalam unggahan di media sosialnya, Nurmagomedov menempatkan isu loyalitas dan rasa hormat sebagai hal utama.
Ia menegaskan bahwa setahun lalu Alonso “dipanggil dengan penuh rayuan”, namun kini justru dilepas dengan mudah.
“Tidak ada yang sebanding dengan loyalitas. Setahun lalu mereka memohon-mohon agar ia datang, sekarang mereka memecatnya. Semua ini karena anak-anak manja. Xabi, kamu yang terbaik,” tulis Khabib, memberi dukungan kepada Alonso.
Baca Juga: Pengunduran Diri Xabi Alonso Mengejutkan Ruang Ganti Real Madrid
Khabib juga menjelaskan situasi ini melalui analogi dari cabang olahraga lain, yakni seni bela diri. Menurutnya, jika seorang pelatih tidak mampu menegakkan otoritasnya atas para atlet, maka kebersamaan jangka panjang mustahil terwujud.
“Apakah itu gym atau lapangan sepak bola tidak ada bedanya. Jika sebagai pelatih kamu tidak bisa membuat para petarung di gym-mu mendengarkanmu, maka kalian tidak akan bisa melanjutkan bersama,” ujarnya.
Pada saat yang sama, Nurmagomedov memberikan penilaian sangat tinggi terhadap Alonso. Menurutnya, Xabi Alonso adalah salah satu dari tiga pelatih terbaik di dunia.
Jika tim tidak berjalan baik, yang pertama harus berubah bukanlah pelatih, melainkan para pemain.
“Jika tim tidak berjalan, jangan ganti pelatih gantilah pemainnya… tinggalkan para pemain yang manja,” tegasnya.
Sebagai pengingat, pada hari Senin diumumkan bahwa kontrak antara Xabi Alonso dan Real Madrid telah dihentikan berdasarkan kesepakatan bersama.
Kesimpulannya satu: pernyataan Khabib kembali memanaskan perdebatan di kalangan penggemar sepak bola sebenarnya siapa yang patut disalahkan, pelatih atau para bintang yang “manis saat datang, rewel saat musim berjalan”? Satu hal pasti, perdebatan ini masih akan panjang. (*)